Rabu, 26 Desember 2012

Arnida(1252132052) makalah bahasa indonesia


                                      KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu,
            Puji syukur sebesar-sebesarnya penulis  ucapkan  kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ kriteria berpidato uang baik” tepat pada waktunya.
            Makalah ini membahas tentang bagaimana berpidato yang baik dan kriteria apa saja yang di perlukan dalam berpidato yang baik. Mengingat sekarang ini, hanya segelintir orang saja yang memahami cara berpidato yang baik, sehingga ketika berpidato kurang mendapat perhatian dari penonton.
            Akan tetapi penulismenyadari bahwa makalah ini tentunya masih jauh dari sempurna, karena adanya kendala yang tidak terduga. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan oleh penulisdari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini.
            Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini, semoga dapat bermanfaat dari kita semua.

                                      Makassar , Oktober 2012
                                                Penulis            

Arnida







DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………1
Daftar isi……………………………………………………………......2
Bab I Pendahuluan……………………………………………………...3
       Latar belakang……………………………………………………..I
       Rumusan masalah………………………………………………….II
Bab II Pembahasan……………………………………………………..4-9
Bab III Penutup………………………………………………………....10
DaftarPustaka…………………………………………………………..11


















BAB I
            PENDAHULUAN
A .       LATAR BELAKANG
            Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan untuk berbicara dalam kehidupaitupunpun sehari-hari bahkan dalam acara besar kenegaraan sekalipun. Dalam berbahas Indonesia diperlukan kemampuan serta pemahaman penggunaan bahasa yang baik sehingga komunikasi dapat berlangsung dengan baik. Oleh karena itu ada banyak hal yang perlu diperhatikan begitupun halnya dalam berpidato.
            Dalam berpidato juga banyak hal yang perlu diperhatikan, bukan hanya sekadar tampil di depan umum, menyampaikan orasi ataau semacamnya tetapi berpidato juga mempunyai kriteria yang harus dipenuhi agar dapat dikategorikan sebagai berpidato yang baik dan apa yang disampaikan dapat melekat dalam memori pendengar arau penonton.
            Namun  tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimanakah berpidato yang baik itu. Hal seperti ini terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang berpidato, dan kebanyakan yang berpidato itu identik dengan para petinggi negara saja apakah pidato mereka sudah dapat di kategorikan baik?  jawannya simak kelanjutan makalah ini.

B. Rumusan masalah
I.       Apakah definisi dari berpidato yang baik?
II.    Apakah tujuan berpidato yang baik?






 BAB II
            PEMBAHASAN
I.                   Definisi kriteria berpidato yang baik
Setiap orang yang hendak berpidato pasti berusaha semaksimal mungkin dan berharap agar pidato yang akan di sampaikan akan dinilai oleh pendengarnya sebagai sebuah pidato yang baik. Karena pidato yang dikatakan baik adalah ketika mampu menarik perhatian pendengar dan tidak menimbulkan rasa bosan ketika mendengarkan. Oleh karena itu untuk mencapai semua itu harus memenuhi kriteria pidato yang baik yakni:
1.      Isi sesuai dengan tujuan yang  hendak dicapai serta kegiatan yang sedang berlangsung,
2.      Kandungan isi bersifat menggugahdan memiliki manfaat bagi pendengar,
3.       Subtansi isi tidak menimbulkan pertentangan SARA,
4.      Gagasan dikemas secara jelas, benar dan objektif
5.      Bahasa yang di gunakan mudah dipahami,
6.      Disampaikan secara santun, etis, rendah diri, komunikatif dan familiar. (Jahrir:2012)
“Pidato dapat terlaksana dengan baik apabila pembicara bukan sekadar menguasai unsur kebahasaan secara baik melainkan juga menguasai unsur nonkebahasaan, seperti keberanian, ketenangan, kesanggupan mengadakan mengadaakan reaksi yang cepat dan tepat, kesanggupan menyampaikan ide dan gagasan secara lancar dan teratur, daan kesanggupan memperlihatkan sikap dan gerak-gerik yang tidak canggung.”(Marwah:2012)

“Untuk memiliki kemampuan berpidato yang baik di perlukan persiapan yang sebaik-baiknya dan latihan secara teratur. Bagi orang yang sudah biasa berpidato dihadapan massa, mempersiapkan dan melakukan latihan mungkin tidak diperlukan lagi, namun bagi seseorang yang baru atau belum pernah bebicara depan umum, hal itu sangat diperlukan. Seseorang berpidato seperti memberi informasi atau menyampaikan sesuatu pengetahuan tersebut  kepada orang banyak. Penyampaian informasi atau pengetahuan tersebut selayaknyalah dipersiapkan terlebih dahulu dengan sebaik-baiknya agar urainnya dapat lebih teratur, bahasanya lebih jelas, dan dapat dipikirkan kemungkinan-kemungkinan yanng akan timbul dalam pelaksanaan pidato, serta bagaimana usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Menurut Goys keraf, ada tujuh langkah yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan pidato yang baik.
1.      Memilih topik dan tujuan;
2.      Menganalis  pendengar dan situasi;
3.      Memilih dan menyempitkan topik;
4.      Mengumpulkan bahan;
5.      Membuat kerangka uraian;
6.      Menguraikan secara mendetail; dan
7.      Melatih dengan suara nyaring”(Marwah:2012)

Ada sembilan hal yang mencirikan suatu pidato yang baik yakni, saklik, jelas, hidup, memiliki tujuan jelas, bergaya klimaks, dibatasi, mengejutkan, memiliki pengulangan dan mengandung humoris.
1.      Pidato yang saklik
Pidato yang saklik apabila memiliki objektivitas dan unsur-unsur yang mengandung kebenaran.           
2.      Pidato yang jelas
Pembicara harus memilih ungkapan daan susunan kalimat yang tepat dan jelasuntuk menghidari salah pengertian.
3.      Pidato yang hidup
 Pidato yang hidup dan menarik umumnya diawaali dengan ilustrasi, sessudah itu ditampilkan pengertian-pengertian abstrak atau definisi.
4.      Pidato yanbg memiliki tujuan
Dalam suatu pidato tidak boleh menyodorkan terlalu banyak tujuan dan pikiran pokok, lebih baik disodorkan satu pikiran dan tujuan yang jelas sehingga mudah diingat, daripada sepuluh pokok pikiran yang tidak jelas sehingga mudah dilupakan .
5.      Pidato yang memiliki klimaks
Berusaha menciptakan titik-titik puncak dalam pidato untuk memperbesar ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar, jangan membeberkan kejadiandemikejadian sehingga membuat pendengar merasa bosan. Klimaks yang dirumuskan dan ditampilakn secara tepat akan akan membarikan bobot kepada pidato. Usahakan rasa ingin tahu dan ketegangan pendengar diciptakan diantara pembukaan dan penutup.
6.      Pidato yang memilliki pengulangan
 Pengulangan sangat penting karena dapat memperkuat isi pidato dan memperjelas pengertian pendengar. Suatu pengulangan yang dirumuskan secara baik akan memberi efek yang besar dalam ingatn penonton.
7.      Pidato yang berisi hal-hal yang mengejutkan
Munculkan hal-hal yang mengejutkan dalam pidato berarti menciptakan hubungan yang baru dan menarik antara kenyataan-kenyataan yang dalam situasi biasa tidak dapat dilihat.
8.      Pidato yang dibatasi
Orang tidak boleh membeberkan segala soal atau masalah dalam sutu pidato. Pidato yang isinya terlalu luas akan menjadi dangkal
9.      Pidato yang mengandung humor
Humor dalam pidato itu perlu hanya saja dibatasi, sehingga tidak memberi kesan kepada pembicara tidak bersungguh-sungguh. Humor dapat menghidupkan suasana dan memberi kesan yang tak terlupakan pada para pendengar dan dapat menarik perhatian pendengar.(Jahrir:2012)

“Dalam berpidato diperlukan beberapa teknik , unsur, dan cara berpidato. Mempelajari sebab dari munculnya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efektifitas pada pidato sangat penting sehingga kita dapat mengatasi faktor-faktor tersebut .
Terkadang muncul beberapa faktor yang mempengaruhi efektifitas pidato yang membuat orator menjadi terganggu dalam penyampaian ceramah pidatonya. Dari faktor-faktor tersebut terbagi menjadi dua macam faktor umum yaitu adanya faktor internal (dari dalam diri seseorang penceramah ) dan faktor eksternal (dari luar ). Faktor internal muncul dari dalam diri orator dan biasanya itu terjadi tanpa disengaja atau spontan, bisa juga faktor intern muncul dikarenakan orator kurang begitu menguasai audien, materi maupun panggunaan.
Faktor eksternal biasanya terjadi karena adanya gangguan dari luar yang mungkin menggangu orator dalam menyampaikan ceramah pidatonya. Dari faktor tersebut seharusnya orator dapat menyadari beberapa kesalahan yang terjadi pada saat berpidato sehingga dapat memperbaiki kesalahan tersebut.(Tristiyanto:2010)
    
Ada beberapa aspek yang sangat penting yang harus diperhatikan dalam berpidato di depan umum
a.Akitivitas di Mimbar
ketika berpidato penampilan juga sangat penting oleh karena itu, orator harus memakai pakaian yang rapi, wajah selalu senyum sikap badan tegak dan santai dan perlu adanya keseimbangan gerak dan keserasian dalam pembicaraan sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan usahakan adanya kontak mata terhadap audiens secara merata.
b.Sikap
sikap seorang penceramah juga harus diperhatikan baik dari raut wajahnya,ucapannya maupun riasan yang dia pakai saat tampil berpidato
c.Suara
suara seorang penceramah itu harus dapat didengar,mengatur intonasi, menggunakan bahasa yang bervariasi agar penonton tidak bosan.

Dalam berpidato tidak dapat dipungkiri bahwa sering seorang orator sebagai manusia biasa melakukan beberapa kesalahan yaitu, kesalahan dalam berpenampilan karena terkadang orator ketika memaparkan pidatonya hanya mengarahkan mata pada satu titik saja di dalam ruangan, gerak-gerik yang tidak terkontrol, tangan dimasukan kedalam jaket atau saku celana berdiri sambil memeluk atau menaruh perut pada mimbar, tidak tenang melenggang kesana kemari. Bukan saja dari segi penampilan tetepi sering kali juga terjadi kesalahan dalam berbicara yaituterlalu banyak mengulang kata atau kalimat, tempo bicara yang terlalu cepat, suara yang monoton tidak ada tinggi rendah terlalu banyak bunyi-bunyian yang menggangu sebagai tanda bahwa orang tidak menguasai bahan misalnya : eh,e,u...dll serta penggunaan dan penerapan kata-kata asing yang salah.(Tristiyanto:2010)

Didalam berpidato kita harus mempunyai prinsip dan watak yang tangguh dalam menyampaikan ceramah atau pidato kita. Ada dua faktor yang mempengaruhi jalanya pidato yaitu
            a.Faktor Intern,
 Pembinaan Teknik Berbicara
Teknik Berbicara merupakan bentuk dari efektifitas monologikal dan dialogika tergantung pada teknik berbicara yang meliputi unsur teknik bernafas,mengucap, dan binasuara.
b.Faktor Ekstern
selain faktor dari dalam  fakktor dari luar juga sangat mengangu misanya seperti suara gema atau salon yang terlalu dekat, audiens juga yang  terlalu ribut.
adapun penunjang keefektifan berbicara "Berpidato" adalah seorang pembicaradi tuntut mempunyai moral sehingga mengesankan, sehat jasmani dan rohani sehingga semangat, gagah dan simpatik (jangan loyo)  sarana yang dibutuhkanjuga harus memadai (Sound Sistem) dihadapan massa, perhatian tingkat pendidikan audiens, keadaan sosial, kebiasaan, adat istiadat, agama, waktu bicara jangan terlalu lama, sesuaikan gaya dengan massa.(Tristianto:2010)
Syarat berpidato yang baik, kita harus mempunyai tekad dan keyakinan agar mampu meyakinkan penonton apa kita sampaikan itu benar adanya, berpengetahuan yang luas dan menguasai materi, pembendaraan kata yang cukup dan syarat yang paling utama adalah berlatih secara intensif.(Tristianto:2010)

II.                Tujuan berpidato yang baik
Adapun tujuan dari berpidato yang baik tiga yaitu;
a.       Dapat menarik perhatian pendengar
b.      Pesan yang ingin disampaikan kepada pendengar dapat dimengerti secara jelas
c.       Membuat pembicara berani berbicara di depan massa dalam situasi apapun itu karena menguasai teknik berpidato yang baik.(Maliki:1999)
BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Berpidato adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menyampaikan gagasan secara lisan dengan menggunakan penalaran yang tepat serta yang terpenting adalah memanfaatkan aspek-aspek nonkebahasaan yang dapat mendukung keefisienan dan keefektifan pengungkapan gagasan kepada orang banyak dalam suatu acara tertentu.
B.     SARAN
sebaiknya dalam berpidato kita tidak hanya sekedar tampil tanpa dapat memberikan kesan baik pada pendengar tapi kita harus bisa meyakinkan pendengar tentang apa yang kita sampaikan


                                












DAFTAR PUSTAKA



Jahrir, Andi Sahtiani. 2012. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bahasa
            Indonesia. Skripsi. Universitas Negeri Makassar
Maliki, Imam. 1999. Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia. Surabaya: usaha
            Nasional
Marwa, siti. 2012. “PresentasiKriteriaBerpidato Yang Baik”  http://indonesiancourse
            Com/presentasi-kriteria-pidato-yang-baiksri.html.Diakses 26 November 2012
Tristiyanto, Eri. 2010. Pengertian-pidato-tujuan-sifat-metode-susunan-dan-persiapan-
            Pidato-sambutan/ Diakses 6 Desember 2012







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar