Minggu, 25 November 2012

makalah ragam membaca kritis Intan Fatmasar (1252132074)


TUGAS MAKALAH
BAHASA INDONESIA
Ragam Membaca Kritis


Nama : Intan Fatmasari
NIm : 1252132074
Kelas : B
Prodi : Buusiness English
Fakultas : Bahasa dan Sastra

Universitas Negeri Makassar
Tahun Ajaran 2012-2013






Kata pengantar



          Puji syukur atas kehadirat Allah AWT karena atas berkat dan bantuan-Nya saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “ Ragam Membaca Kritis” tepat pada waktunya,
          Makalah yang saya buat ini akan menjelaskan tentang ragam membaca kritis dan cotoh artikel  yang berisi pemahaman yang bisa membantu anda berfikir kritis.
          Maksud dan tujuan dibuanya makalah ini adalah agar para pembaca dapat mengetahui makna membaca kritis dan ragam membaca kritis. Penulis juga berharap dengan adanya makalah ini para pembaca dapat mengembangkan pola pikir kritis mereka melalui membaca kritis.
          Namun, penulis menyadari bahwa makalah ini tidak luput dari beberapa kekurangan. Sehingga penulis mengarapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun untuk lebih menyempurnakan makalah ini.
Terima Kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua.



Makassar, 22 november 2012



Intan Fatmasari



Daftar Isi

Kata pengantar………………………………………………………………… i
Daftar isi……………………………………………………………………….. ii
Bab1            Pendahuluan
A.  Latar belakang……………………………………………………… 1
B.   Rumusan masalah………………………………………………….. 1
Bab II                   Pembahasan
1.    Ragam Membaca Kritis…………………………………………… 2
2.    Membaca Kritis Tulisan Artikel Populer……………………… 3
Bab III         Penutup
Kesimpulan……………………………………………………………………….. 7
Saran……………………………………………………………………………….. 7
Daftar pustaka…………………………………………………………………… 8













Bab I
Pendahuluan

A.  Latar Belakang
Membaca merupakan sebuah kegiatan yang biasa kita lakukan baik untuk mencari informasi berita politik, gossip, ataupun ingin mencari bahan opini. Salah satu jenis membaca adalah membaca  kritis. Membaca kritis yakni cara membaca untuk memahami sesuatu dan menilai sesuatu dengan kritis. Membca kritis memiliki beberapa ragam baca yang sesuai dengan apa yang dikehendaki sang pembaca dan juga memiliki berapa teknik membaca.
Namun, banyak masyarakat Indonesia sekarang yang tidak mempedulikan jenis membaca kritis. Mereka hanya membaca untuk mendapatkan kesenangan semata dan tida menganalisa bacaan tersebut. Hal ini menjadikan mereka tidak terlatih dalam berfikir kritis terhadap sesuatu. Untuk itu kita harus berlatih dalam membaca kritis, agar kita bisa menjadi seorang yang berfikir kritis yang bisa menarik kesimpulan yang tepat terhadap suatu masalah ataupun informasi.


B.   Rumusan Masalah
·         Apakah membaca kritis itu?
·         Berapa banyak ragam dari membaca kritis?
·         Berikanlah contoh bacaan kritis?



Bab II
Pembahasan

1.    Ragam Membaca Kritis
Membaca kritis merupakan salah satu ragam membaca sastra yang dilakukan dengan menggunakan pikiran dan perasaan secara kritis untuk menemukan dan mengembangkan suatu konsep dengan jalan membandingkan isi teks yang dibaca dengan pengetahuan, pengalaman, serta realitas lain yang diketahui pembaca untuk memberikan identifikasi, perbandingan, penyimpulan dan penilaian ( Laode : 2010 )
     Dalam membaca kritis kita mengenal beberapa ragam membaca, yakni:
a.    Membaca Cepat atau Sekilas Untuk Mencari Topik
Kadang - kadang kita membaca hanya untuk mengetahui secara umum apa yang dibicarakan dalam tulisan yang kit abaca. Dalam hal ini, kita tidak perlu memfokuskan perhatian pada bagian – bagian tertentu. Kita bias membaca tulisan dengan cepat atau secara sekilas dari awal sampai akhir. Dari kegiatan membaca cepat ini kita mendapatkan ide tentang topik tulisan yang kita baca.
b.    Membaca Cepat Untuk Informasi Khusus
Membaca cepat juga bias dilakukan kalau kita menginginkan informasi khusus dari sebuah tulisan. Perhatian kita hanya tertuju pada bagian – bagian yang kita inginkan. Bagian – bagian yang mengandung informasi yang kita tidak inginkan tidak mendapat perhatian.
c.    Membaca Teliti untuk Informasi Rinci
Kita juga mungkin ingin mendapatkaninformasi rinci tentang suatu hal. Dalam hal ini, kegiatan membaca difokuskan pada bagian yang mengandung informasi yang ingin kita ketahui secara rinci. Begitu kita sampai pada bagian tersebut, kita membacanya dengan teliti sampai kita benar – benar memahami informasi yang ingindapatkan. Bagian – bagian lain yangtidak kita perlukan tidak perlu dibaca lebih lanjut. ( jahrir : 2012 )



2.    Membaca Kritis Tulisan Artikel Populer
Ketika kita membaca sebuah artikel entah itu artikel populer ataupun artikel ilmiah kita biasanya berusaha untuk menganalisis artikel tersebut sehingga kita bisa menarik sebuah kesimpulan ( Laode : 2010 )
Artikel populer biasanya berisi pemahaman tentang sebuah isu yang sedang diminati masyarakat, dan tidak mementingkan teori dan data. Artikel/buku ilmiah biasanya berisi tentang pemahaman tentang isu yang tidak diminati masyarakat, peranan teori dan data sangat penting dalam artikel ini. ( jahrir : 2012 )

Berikut adalah contoh sebuah artikel populer
Analisa Kasus Bank Century
Tanpa diduga sebelumnya, upaya pemerintah menyelamatkan Bank Century dari kehancuran akibat perampokan sistematis yang dilakukan pemiliknya berkembang cepat dan langsung masuk ke pusat medan politik nan panas.
Sejatinya, pengucuran dana (yang menurut Menkeu Sri Mulyani sebatas menaikkan CAR atau rasio kecukupan modal) sebesar Rp. 6,7 triliun hanya akan berbuntut pada pengusutan hukum di BPK, KPK atau kepolisian jika terindikasi ada oknum yang merekayasa pengucuran dana segar tersebut.
Artinya, dengan asumsi ada orang-orang di pemerintahan dan di manajemen Bank Century yang menikmati keuntungan secara haram dari pengucuran dana, maka kasus ini, seperti biasa, akan kembali menambah daftar panjang koruptor dan penjahat berkerah putih Indonesia.
Tapi ternyata yang merebak belakangan adalah konflik horizontal antara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menkeu Sri Mulyani dan Mantan Gubernur BI Boediono yang terpilih sebagai Wakil Presiden RI periode 2009-2014.
Jusuf Kalla yang merasa dirinya hendak dibenamkan dalam kasus ini langsung bereaksi. Dia segera mengoreksi tanggal audiensi antara dirinya dengan Sri Mulyani dan Boediono.
Sebelumnya Sri Mulyani mengaku melaporkan kasus Bank Century ke Wapres Jusuf Kalla tanggal 22 November atau sehari sebelum LPS mengeluarkan dana pertama sebesar RP. 2,7 triliun lebih. Tapi menurut JK, Menkeu baru menghadap kepadanya (berhubung Presiden SBY masih berada di AS) tanggal 25 November 2009.
Jadi, seolah-olah saya tahu pengucuran dana itu. Padahal, saya tidak tahu sama sekali,” papar Wapres dalam sebuah jumpa pers yang dilengkapi dengan kronologi lengkap kasus Bank Century (KOMPAS, 1/9).
Selain itu, JK juga memaparkan bahwa Boediono tidak beranimelaporkan pendiri Bank Century Robert Tantular yang jelas-jelas menipu banknya sendiri senilai Rp. 1,4 triliun ke pihak kepolisian.
Karena Bank Indonesia tidak berani berbuat apa-apa dengan alasan tidak ada landasan hukum, akhirnya Jusuf Kalla berinisiatif menginstruksikan kapolri menangkap Robert Tantular.
Langkah JK ini bisa ditanggapi dengan pikiran positif dan negatif.
Bagi yang berpikiran positif, apa yang dilakukan oleh JK adalah langkah yang tepat dalam rangka mendudukkan setiap perkara pada porsi yang sebenar-benarnya. Termasuk soal aspek kriminal dan langkah pemerintah yang dinilai tidak tegas dalam menangani kejahatan berkerah putih yang selalu berulang dari zaman Edi Tansil hingga era Robert Tanular dengan nilai kerugian yang fantastik hingga triliunan rupiah.
Tapi langkah JK ini juga bisa dianggap sebagai upaya penggembosan terhadap pemerintah terpilih. JK dinilai sedang berusaha mencitrakan sosok seorang Boediono sebagai pemimpin yang tidak tegas.
Bila ini berkembang terus tanpa kendali politis dari partai penguasa dan pemenang pemilu, tidak mustahil citra pemerintahan SBY-Boediono langsung merosot bahkan sebelum mereka berdua dilantik Oktober nanti.
Tapi apapun penilaian orang terhadap pernyataan-pernyata an keras JK seputar kasus Bank Century, saya sepakat 1000% dengan ucapan JK berikut :
Pendapat saya sejak awal solusi terhadap bank-bank bermasalah tidak dengan bail out karena sesuai pengalaman tahun 1998 sehingga merugikan negara sampai Rp 600 triliun dalam bentuk bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Hingga kini bahkan sampai 20 tahun mendatang rakyat harus membayar dengan bunga dan pokok sebesar Rp 60 triliun melalui APBN. Padahal, seharusnya kasus itu menjadi tanggung jawab pengawas bank yang ketat dari Bank Indonesia,” ujarnya. (Pradana:2009)



Bab III
Penutup
A.  Kesimpulan
Membaca kritis merupakan salah satu ragam membaca sastra yang dilakukan dengan menggunakan pikiran dan perasaan secara kritis. Membaca kritis pun memiliki tiga ragam cara baca yang ditentukan berdasarkan jenis informasi yang ingin di dapatkan oleh pembaca.

B.   Saran
Sebaiknya kita harus membiasakan diri kita untuk membaca artikel populer ataupun ilmiah agar pengetahuan kita bertambah dan kita terlatih untuk berfikir kritis terhadap suatu informasi.



Daftar Pustaka
·        Laode, Syamri. 2010. “ Jenis Membaca “ http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2060360-jenis-membaca/. Diakses 22 november 2012
·        Pradana, Rifky. 2009. “  Perbankan “ http://jakarta45.wordpress.com/2009/09/02/perbankan-analisa-kasus-bank-century/. Diakses 22 november 2012
·        Jahrir, Andi Sahtiani. 2012. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bahasa Indonesia. Skripsi. Universitas Negeri Makassar.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar